Kapolresta Serang Kota Pimpin Pengamanan Aksi Hari Tani Nasional di KP3B, Personel Kedepankan Humanis
POLRESTA SERKOT_ Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan oleh Serikat Perjuangan Tani Banten (SPEBA) bersama sejumlah elemen organisasi di kawasan KP3B pada Kamis, 24/09/26.
Dalam pelaksanaan pengamanan tersebut, Kapolresta Serang Kota bersama jajaran personel mengedepankan pendekatan humanis, pelayanan, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar kegiatan penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Adapun elemen dan organisasi yang tergabung dalam aksi tersebut di antaranya PP SPEBA Banten, LMND, SEMPRO, FMN, dan FAM. Aksi tersebut mengangkat isu Hari Tani Nasional (HTN) ke-66 Tahun 2026 dengan tema “Wujudkan Reforma Agraria Sejati, Keadilan Agraria, dan Kedaulatan Tani.”
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dirintelkam Polda Banten Kombes Pol. Wirasto Adi Nugroho, S.I.K., Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria, S.H., S.I.K., M.H., Sekda Provinsi Banten H. Deden Apriandhi H., S.STP., M.Si., Kadis Pertanian Provinsi Banten Saiful Bahri, Kadis PUPR Provinsi Banten Dr. Ir. Arlan Marzan, S.T., M.T., Kaban Kesbangpol Provinsi Banten Novri, Kabag TU BPN Banten Adi Maskawan, Kabag Ops Polresta Serang Kota Kompol Andi Suherman, S.H., M.M., Kasat Intelkam Polresta Serang Kota AKP Tatang, S.H., serta pejabat terkait lainnya.
Dalam penyampaian aspirasi, koordinator aksi Sukandar menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya mewujudkan kehidupan yang sejahtera bagi kaum tani melalui bantuan modal, pembangunan infrastruktur pertanian, jaminan pasar, pemanfaatan teknologi, serta perbaikan distribusi pupuk bersubsidi.
Selain itu, massa aksi juga menyampaikan tuntutan agar dihentikan segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi terhadap petani kecil, penindakan terhadap praktik pungutan liar HHBK oleh oknum Perhutani, penyelesaian konflik agraria yang masih berjalan, khususnya di wilayah Kecamatan Cibaliung dan Cigeulis, serta penertiban dan redistribusi lahan HGU atau HGB terlantar sesuai ketentuan hukum kepada petani miskin dan masyarakat yang tidak memiliki tanah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sekda Provinsi Banten H. Deden Apriandhi H., S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang dilakukan secara tertib.
“Terima kasih atas aspirasi yang teman-teman sampaikan pada kesempatan kali ini. Kami terbuka atas setiap aspirasi, kritik, dan masukan yang disampaikan oleh teman-teman dari kelompok tani maupun mahasiswa,” ujar Sekda Provinsi Banten.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama jajaran OPD Provinsi Banten dan Komisi Pengawasan Pupuk Provinsi Banten akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat serta melakukan langkah konkret sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan.
“Kami akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan melakukan sidak sebagai bentuk tindakan nyata terhadap masyarakat dan kelompok tani,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen tindak lanjut, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh pihak terkait.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, massa aksi membubarkan diri secara tertib dan meninggalkan lokasi dengan aman serta kondusif. Pengamanan yang dilakukan berjalan dengan baik.